Infomalukunews.com,Ambon – Pemerintah Kota Ambon mendorong penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjawab persoalan perkotaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon (Polnam) di Kampus Polnam, Senin (5/10/2026).
Menurut Bodewin, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, sinergi antara Pemkot Ambon dan perguruan tinggi harus terus diperkuat.
Ia mengungkapkan, Pemkot Ambon sebelumnya telah menjalin sejumlah kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk pelaksanaan program di Desa Tawiri dan Negeri Rutong.
“Beberapa tahun yang lalu katong membuat banyak kerja sama, ada di Desa Tawiri, ada di Rutong, dan seterusnya. Bahkan saat ini, bersama dengan Universitas Katolik Soegijapranata dan Polnam, katong sementara berupaya untuk melakukan inovasi soal mesin pengolah sampah,” ujar Bodewin.
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat menghasilkan mesin pengolah sampah terpadu yang mampu diterapkan hingga tingkat RT/RW.
Menurutnya, jika inovasi tersebut berhasil dikembangkan dan diterapkan secara efektif, maka dapat menjadi salah satu karya unggulan Polnam yang nantinya bisa diadopsi oleh daerah lain.
“Kami berharap Polnam dapat melahirkan inovasi mesin pengolah sampah terpadu yang bisa diterapkan di lingkungan RT/RW. Jika ini berhasil, ini akan menjadi legacy karya Politeknik Negeri Ambon yang dapat direplikasi oleh daerah lain,” katanya.
Bodewin menilai persoalan sampah sering kali dianggap sederhana. Namun, apabila tidak ditangani melalui sistem pengelolaan yang baik, sampah dapat berkembang menjadi persoalan serius bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain persoalan sampah, Pemkot Ambon juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menangani berbagai persoalan perkotaan lainnya, seperti kemacetan, banjir, penataan kawasan kumuh, pengembangan Ambon Smart City hingga penguatan UMKM.
“Kita harus membangun lebih banyak laboratorium kolaborasi dan saling mengisi kelebihan maupun kekurangan demi kemajuan Kota Ambon,” tegasnya.
Polnam Diminta Siapkan SDM Berdaya Saing
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga mengapresiasi perjalanan panjang Polnam sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku yang didirikan pada 5 Oktober 1987.
Memasuki usia ke-39 tahun, ia menilai Polnam berada pada fase yang sangat produktif dan memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Usia 39 tahun ini adalah usia yang sangat produktif. Sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku, Polnam memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan SDM unggul dan berkualitas yang mampu menjawab tantangan dunia kerja serta berkontribusi bagi pembangunan Maluku dan Kota Ambon,” ujarnya.
Bodewin juga menilai tema Dies Natalis ke-39 Polnam, “Polnam Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing”, sangat relevan dengan perkembangan zaman.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga tantangan perubahan iklim menuntut lembaga pendidikan untuk terus melakukan penyesuaian.
Karena itu, lulusan Polnam diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata, terserap dalam dunia kerja, serta memiliki daya saing yang kuat.
“Di tengah laju perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, hingga perubahan iklim, institusi pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dan berbenah,” tandasnya.(IM-03)







