Infomalukunews.com,Ambon – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam upaya membangun bangsa. Karena itu, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian serius seluruh jenjang pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Bodewin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Evaluasi dan Peningkatan Rapor Pendidikan Jenjang SD dan SMP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Ambon di Hotel Manise Ambon, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, banyak ahli telah menegaskan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ia juga mengutip pandangan Bung Hatta yang menyebut pembangunan ekonomi dan fisik harus berjalan bersama dengan investasi di bidang pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi masa kini dan masa yang akan datang,” kata Bodewin.
Ia menilai, pendidikan yang baik dan berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa dan negara.
Karena itu, lanjut Bodewin, sektor pendidikan harus menjadi salah satu fokus pemerintah, baik dalam penyediaan anggaran sesuai ketentuan, peningkatan kesejahteraan guru maupun pembenahan sistem pendidikan.
Namun, upaya meningkatkan mutu pendidikan, kata dia, tidak dapat hanya didasarkan pada asumsi atau perkiraan.
“Kita tidak bisa meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan hanya berdasarkan asumsi. Kita harus memiliki data yang akurat,” tegasnya.
Menurut Bodewin, data yang akurat menjadi dasar penting bagi pemerintah maupun satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi, mengidentifikasi berbagai persoalan, sekaligus menentukan langkah penyelesaian yang tepat.
Dalam konteks tersebut, ia menilai rapor pendidikan memiliki peran strategis. Rapor pendidikan tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka atau hasil penilaian terhadap satuan pendidikan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk melakukan perbaikan.
“Rapor pendidikan itu bukan sekadar angka, bukan sekadar tampilan sebuah hasil penilaian terhadap satuan pendidikan. Tetapi harus kita manfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki dan meningkatkan berbagai indikator yang masih kurang,” ujarnya.
Bodewin meminta seluruh kepala sekolah dan jajaran satuan pendidikan untuk mampu membaca data rapor pendidikan secara lebih mendalam. Setiap indikator yang belum menunjukkan hasil baik harus ditelusuri hingga ditemukan akar persoalannya.
“Tugas Bapak dan Ibu adalah menggali kemudian mencabut akar masalah tersebut. Akar-akar yang tidak berbuah harus kita cabut dan kita upayakan supaya bisa berbuah,” katanya.
Ia menegaskan, penyusunan program perbaikan juga harus sesuai dengan akar masalah yang ditemukan. Jangan sampai persoalan berada pada satu aspek, sementara program yang dibuat justru menyasar aspek lain.
“Jangan lagi akar masalah di A, bikin program di B. Nanti yang merah tetap merah, yang kuning tetap kuning, bahkan yang hijau bisa turun menjadi merah,” tegasnya.
Bodewin juga menyampaikan perkembangan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang disampaikannya, capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan, dari sekitar 60,51 persen, kemudian meningkat menjadi 71,73 persen, selanjutnya 75,1 persen, hingga mencapai 75,51 persen pada 2025.
Ia meminta capaian tersebut tidak membuat pemerintah dan satuan pendidikan cepat berpuas diri. Sebaliknya, setiap kenaikan harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan.
“Kita boleh berbangga karena dalam tiga tahun terakhir kita terus berjalan naik. Tetapi pasti banyak persoalan yang memengaruhinya. Yang penting adalah kita menemukan akar masalahnya,” tuturnya.
Bodewin berharap pelaksanaan bimtek tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan rapor pendidikan satuan pendidikan di Kota Ambon.
“Bimtek ini bukan sekadar kita melakukan kegiatan, kumpul-kumpul karena sudah lama tidak baku dapa. Yang pasti, bimtek ini harus berdampak pada rapor yang masih merah menjadi hijau,” tandasnya.
Ia pun menargetkan selama masa kepemimpinannya, Kota Ambon dapat mencapai kategori tuntas mandiri dalam SPM pendidikan.
“Selama saya masih menjadi Wali Kota, kita masuk tuntas mandiri. Karena kita dipercayakan oleh Yang Maha Kuasa hari ini untuk memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di Kota Ambon, sehingga kita menjadi pelaku sejarah,” pungkasnya.(IM-03)






