Infomalukunews.com,Ambon – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima surat dari Raja Gunung Manusela, Sapnat Amanukuany, yang diantar oleh sekelompok mahasiswa asal Seram Utara dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026).
Surat tersebut tertanggal 29 Juli 2026 dan berisi aspirasi terkait keberadaan serta hak-hak masyarakat adat di kawasan pegunungan Pulau Seram, khususnya yang berkaitan dengan Taman Nasional Manusela.
Hendrik mengatakan, surat dari Raja Manusela tersebut sebenarnya hendak disampaikan oleh para mahasiswa saat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, karena bertepatan dengan berlangsungnya upacara, penyampaian surat baru dapat dilakukan setelah kegiatan selesai.
“Pada hari ini saya menerima surat dimaksud. Saya telah membaca surat Bapak Raja Manusela ini dan menyimak isinya. Isi surat ini sangat menyentuh hati dan pikiran saya,” ujar Hendrik.
Menurutnya, pembangunan maupun pelaksanaan program nasional tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat adat yang telah mendiami wilayah tersebut secara turun-temurun.
“Saya tidak bisa (menerima jika) satu program nasional mengorbankan hak-hak adat masyarakat, apalagi masyarakat di pegunungan Pulau Seram yang telah mendiami daerah itu selama turun-temurun, ribuan tahun, jauh sebelum adanya Indonesia,” tegasnya.
Hendrik menilai, momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi pengingat bahwa seluruh masyarakat, termasuk masyarakat adat di Maluku, memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan penghormatan atas keberadaan serta hak-hak adat mereka.
Ia menegaskan akan memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai dengan batas kewenangan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur Maluku.
“Saya sampaikan kepada saudara-saudara, dalam batas-batas kewenangan, tugas dan tanggung jawab saya sebagai Gubernur, saya akan memperjuangkan ini kepada pemerintah pusat, kepada badan dan lembaga kementerian terkait dengan masalah Taman Nasional Manusela, khususnya terkait dengan masalah adat masyarakat adat di pegunungan Pulau Seram,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung. Ia berharap perjuangan untuk menjaga hak masyarakat adat dapat dilakukan melalui komunikasi dan langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Terima kasih atas dukungan. Itu yang bisa saya sampaikan kepada basudara samua. Tetap semangat. Merdeka!” pungkas Hendrik.(IM-03)






