Infomalukunews.com, Ambon–Ketua DPD Forum Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Amir Rahayaan, mendesak Bupati SBB Asri Arman untuk segera mencopot Kadis Pendidikan SBB, kepala UPTD Kairatu dan kepala SMPN 5 atas hilangnya Ijazah Siswa,
Pasalnya, mereka dinilai karna tidak bertanggung jawab atas hilangnya ijasa pada SMPN 5. Bahkan lebih paranya kepala sekolah memberikan blangko ijazah copyan kepada siswa sebagai pengganti ijazah Asli yang hilang. Selasa (15/04/2025).
“Saya minta Kapolres SBB harus serius usut kasus tersebut, Hal tersebut demi masa depan anak anak, jangan karna ulah oknum oknum tersebut mencoreng nama baik dunia Pendidikan di SBB,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap Bupati SBB untuk segera selesaikan persoalan tersebut, sehingga para siswa yang ijazahnya hilang dapat memiliki ijazah Asli.
“Ini soal masa depan mereka dikemudian hari, polisi harus usut kasus tersebut sampai tuntas untuk mendapatkan pelaku, periksa Kepsek, operator dan guru-guruSMPN 5, semua maupun menjaga sekolah,” cetus dia.
Diberitakan sebelumnya, Mantan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) periode 2019 – 2024 Jodis Rumasoal SH. Meminta pihak kepolisian Polres SBB, agar mengusut tuntas hilangnya ijasa para siswa siswi SMP Negeri 5 Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Mirinya, kasus ini juga menyeret nama ketua DPRD Kabupaten SBB Andarias Kolly SH, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB Maya Patty.
Rumasoal merasa kecewa dan sangat prihatin atas kejadian tersebut, mengingat kondisi dunia pendidikan sangat di prioritaskan demi kemajuan pembangunan bangsa dan negara.
Dari data yang dihimpun media ini, persoalan tersebut kini tindak lanjuti. karena sejumlah ijasa dapat di curi atau di ambil oleh orang tidak di kenal.
“Kami minta pihak kepolisian agar segera proses hukum operator sekolah dan dewan guru, untuk di mintai keterangan biar persoalan tersebut dapat di selesaikan,” tegas Rumasoal.
Sementara itu, Ketua DPRD SBB Andi Kolly, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/04/2025), menyatakan, persoalan tersebut terjadi karena adanya pencurian ijasah oleh orang tidak di kenal.
“Saat itu setelah menerima laporan oleh pihak Kepala sekolah SMP Negeri 5 kairatu jangan beralamat di dusun Waitasi, biar persoalan tersebut tidak berbulan-bulan menjadi konsumsi publik,” singkatnya. (IM-03).







