Tambang Emas GB di Pulau Buru Merupakan Kebutuhan Masyarakat yang Harus di Respon Oleh Presiden RI untuk dilegalkan Menjadi tambang Rakyat

- Publisher

Monday, 23 May 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namlea,- Eksedus penyisiran penambang emas di lokasi Gunung Botak (GB) di Pulau Buru dalam kurung waktu 4 hari terakhir, baik itu penambang dari luar kabupaten maupun penambang lokal di Dua kabupaten Buru dan Buru Selatan di Pulau Buru dalam jumlah kurang lebih 2000 orang menjadi tumpulnya kebutuhan ekonomi warga.
Akibat dari eksedus penyisiran terhadap penambang emas oleh pihak Kepolisian setempat dalam kurun waktu 4 hari dimulai Kamis Kemarin 19 hingga Minggu 22/5 mengakibatkan, terjadi pencurian di rumah di rumah warga di Unit 18 Desa Debowae, Kecamatan Waelata Kabupaten Buru, dengan kejadian itu langkah kedepan ditakutkan akan terjadi perampokan dan menjurus ke anarkis pembunuhan.
Demikian dikatakan, tokoh pemuda Pulau Buru, Djafar Nurlatu Menuturkan, bila bapak Presiden RI, Joko Widodo maupun Gubernur Maluku, Kapolda, Pangdam XVI Pattimura, Kapolres, Dandim 1506 dan Pejabat Bupati Buru, DR Djalaluddin Salampessy dapat mengeluarkan izin opersional melalui Mentri Pertambangan, agar dapat merespons aktivitas penambang dalam rangka penyerap tenaga kerja non forma, demi kelangsung dan peningkatan kebutuhan ekonomi warga di Dua kabupaten tersebut.
Bilamana permintaan Kami ini tidak di akomodir, ditakutkan akan terjadi anarkis bagi penambang yang datang dari luar kabupaten dengan jumlah berkisar kurang lebih 1000 orang, olehnya itu Nurlatu berharap kepada pihak Kepolisian setempat bersama Pejabat Bupati dan pejabat tinggi lainnya termasuk bapak Presiden RI, agar dapat memikirkan langkah dampak negative di hari esok.
Ditambahkan Nurlatu, bilamana penambang yang cukup banyak berada di lokasi tambang emas GB di perbolehkan melakukan aktivitas, maka penambang emas yang ada ini akan terhindar dar Disintegrasi sosial, dan bilamana tidak merespons akativitas penambang Lokal maupun penambang luar daerah sementara berada di lokasi tambang GB maka, ditakutkan akan terjadi anarkis pencurian dimana- mana mengingat penambang dari luar daerah cukup membludak.
Mengakhiri ucapan Kata Djafar Nurlatu, Dalam kurung waktu 12 tahun tambang emas di lokasi GB, Pemda setempat selama ini tidak pengurus izin operasional ke Pemerintah Pusat (Pempus), sementara hasil olahan emas yang di dapat dari penamban di bawak keluar kabupaten diperkirakan berkisar Ratusan kilo gram emas” Tutup Nurlatu.(AK).

Berita Terkait

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Berita ini 698 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Berita Terbaru

Daerah

Lanal Aru Gelar Latihan Menembak di Saksikan Bupati Kaidel. 

Saturday, 13 Jun 2026 - 19:40 WIT

Daerah

KRI Kapak-625 Bagikan Sembako untuk Nelayan Aru.

Saturday, 13 Jun 2026 - 19:38 WIT