IM-JAKARTA ;– Tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo telah memutuskan empat nama penjabat kepala daerah di Maluku. Calon Carateker Bupati dan Walikota yang di usulkan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail di tolak.
“Ada 12 calon karateker kepala daerah yang di usul gubernur Maluku, tapi di tolak dan TPA Sudah putuskan sendiri nama-nama dalam sidang TPA yang dipimpin Pak Presiden, Joko Widodo” Ungkap sumber sentraltimur.com, yang di dapat dari Kementerian Dalam Negeri, Kamis (12/5/2022) malam.
Lanjutnya bahwa Kemendagri telah menerima usulan nama-nama calon penjabat kepala daerah di Maluku. Dimana ada tiga bupati di Maluku, yakni kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Kepulauan Tanimbar
“Sidang TPA digelar sebelum pak Jokowi bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (10/05/2022) untuk menghadiri pertemuan KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS).” Ungkapnya.
Dia melanjutkan bahwa sidang TPA telah memutuskan 5 penjabat gubernur dan 44 penjabat bupati dan wali kota menggantikan kepala daerah yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2022.
“Alasan 12 nama yang diusulkan gubernur Maluku diabaikan TPA yaitu karena tidak memenuhi persyaratan. Semua yang diusulkan pangkat 4C. Dan jenjang karier, pengalaman tak penuhi syarat. Mereka tidak dipilih karena tidak sesuai espektasi yang diingkan TPA,” ujarnya.
Ia mengaku heran kenapa Gubernur Murad Ismaul tak mengusulkan pwjabat aparatur sipil negara (ASN) yang kepangmatan maupun jenjang karir memenuhi persyarata .
“Pemilihan itu sebelimnya mendagri telah mengcover rekam jejak, jenjang kepangkatan, pengalamam dan pendidikan ASN di seluruh Indonesia.” Tambahnya.
TPA telah memutuskan empat penjabat kepala daerah di Maluku di luar nama-nama yang diusulkan gubernur. Dua di antaranya adalah putra daerah Maluku. Sisanya pejabat dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang merupakan anggota TNI.
“Dua nama pejabat ASN dari Maluku telah dipilih sebagai penjabat (kepala daerah). Nama mereka tidak diusulkan gubernur. Lainnya dari BIN. Itu putusan TPA,” tegasnya.
Pejabat BIN tersebut sebagai penjabat bupati kepulauan Tanimbar dan Buru. Dua lainnya yang merupakan pejabat Pemprov Maluku sebagai penjabat bupati Seram Bagian Barat dan kota Ambon.
Sementara nama-nama yang diusukan gubernur Maluku ke kemendagri di antaranya adalah Bodewin M. Wattimena, Andre Andrians, Titus Renwarin, Jasmono, Afandi Hasanussi. Selanjutnya, Roy Syauta, Sandi wattimena, Mat Marasabessy, dan Halima Soamole.(IM03)





